Koleksi Video


Loading...



Loading...

Loading...
Judul:Sebelum Gempa & tsunami terjadi, inilah di lakukan masyarakat Palu
Durasi:00:04:39
Dilihat:1,875,742x
Diterbitkan:04 Oktober 2018
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

Hidayatullah.com– Sebelum bencana alam gempa dan tsunami melanda Kota Palu, Jumat (28/09/2018), banyak warga yang menghadiri kegiatan festival kebudayaan Palu Nomoni di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah. Para warga hadir di pantai tersebut untuk menyaksikan kegiatan Balia yang memang sudah lama hilang.

Kegiatan Balia merupakan kegiatan yang sudah lama hilang dan ingin dihidupkan kembali. Baliasendiri dahulu digunakan untuk mengobati orang sakit menggunakan mantra dan dilakukan oleh orang yang ahli.

Menurut Andi Ahmad, budaya ini baru dihidupkan kembali sejak 2016, biasanya menggunakan sesajen, seperti menghanyutkan makanan ke laut, dan hewan ternak seperti kambing.

“Biasanya untuk mengobati orang sakit menurut cerita dahulu, identiknya sih dengan sesajen,” kata Andi Ahmad, saat dimintai keterangan di jalan Garuda Dua, Birobuli Utara, Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (02/10/2018).

Baca: Tsunami Palu Telan Banyak Korban Jiwa

Dirinya melanjutkan, tradisi Balia sendiri biasanya identik dengan kain berwarna kuning yang menjadi hiasan panggung ataupun ruangan yang dijadikan tempat pengobatan tersebut.

“Jadi ini itu identik dengan pakaian kuning gitu, trus domba-domba yang masih hidup itu dijadikan bahan sesajen dihanyutkan di laut,” tambahnya.

Palu Nomoni berarti artinya Palu berbunyi. Menurut Andi, tradisi ini sebenarnya sudah lama lenyap sejak kedatangan Guru Tua Habib Idrus bin Salim Al Jufri, yang disebut masih memiliki sanad keturunan dari Baginda Rasulullah ﷺ.

“Sebenernya tradisi ini sudah lama hilang, dibersihkan sejak kedatangan guru tua, namun kembali dihidupkan,” tuturnya.

Baca: Palu Luluh Lantak Kena Tsunami

Dimulainya tradisi ini sejak 2016, terpilihnya Wali Kota pasangan Hidayat – Sigit Purnomo Said (Pasha). Namun sejak 2016 juga terus terjadi hal-hal aneh seperti angin kencang.

“Jadi memang tradisi ini identik dengan roh halus, sejak 2016 dihidupkan kembali, memang 2016 dan 2017 itu setiap dirayakan angin kencang trus, saat ini barulah tsunami,” paparnya.*/Saifal (INA)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

BAGIKAN KE TEMAN ANDA


this video can not be downloaded

VIDEO TERKAIT
Pembuktian Siksa Kubur Di Malam Pertama Terbukti Nyata Pembuktian Siksa Kubur Di Malam Pertama Terbukt...
19:31 - 1,331x
Seusai sesajen diletakkan dilaut, terjadi ombak besar di upacara pisungsung jaladri Parangkusumo Seusai sesajen diletakkan dilaut, terjadi ombak...
4:56 - 5,081,438x
Kejadian Aneh, tanah TIBA-TIBA berjalan Sendiri Menutupi Jalan Raya Kejadian Aneh, tanah TIBA-TIBA berjalan Sendiri...
4:28 - 1,201,227x
Penangkpan pelaku pencurian yang berbelit-belit Penangkpan pelaku pencurian yang berbelit-belit
12:00 - 1,597x
Polda Palu Luluh Lantak,Hanya Hitungan Jam Setelah Gus Nur Di Tetapkan Tersangaka Polda Palu Luluh Lantak,Hanya Hitungan Jam Sete...
33:11 - 1,487,603x
[ FESTIVAL PALU NOMONI II ] # - Seru Banget!!!  ADELIA istri Pasha Ungu nyanyi lagu Kaili [ FESTIVAL PALU NOMONI II ] # - Seru Banget!!! ...
2:43 - 5,136x
Inilah sebuah desa yang hilang ditelan bumi Inilah sebuah desa yang hilang ditelan bumi
8:56 - 1,557,335x
JANGAN TANYA KENAPA AKU LARI JANGAN TANYA KENAPA AKU LARI
11:01 - 6,862,848x
Gempa Bumi : Biar pandai beza Bala dan Bencana Alam - Ustaz Azhar Idrus Gempa Bumi : Biar pandai beza Bala dan Bencana ...
5:41 - 264,168x
sah kah shalat mu begini..!! sah kah shalat mu begini..!!
2:43 - 7,249,311x
Ternyata Seperti ini Aktipitas Perjudian Di Petobo, Bahkan Anak-Anak Ikut Berjudi #UpdateNusantara Ternyata Seperti ini Aktipitas Perjudian Di Pet...
9:26 - 2,968,832x
BERSPONSOR
Loading...